Binkam

Polairud Polres Lobar Perketat Keamanan Pantai Senggigi

×

Polairud Polres Lobar Perketat Keamanan Pantai Senggigi

Sebarkan artikel ini
Pantai Senggigi Dijaga Ketat, Polisi Imbau Keselamatan Wisatawan

Lombok Barat, NTB – Kawasan wisata Pantai Senggigi tetap menjadi prioritas pengamanan otoritas kepolisian setempat guna memastikan kenyamanan wisatawan dan masyarakat sekitar. Menanggapi dinamika aktivitas di pesisir, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat memperketat pengawasan melalui serangkaian kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), mencakup edukasi kebersihan hingga pengamanan aset vital di laut.

Langkah preventif ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di salah satu ikon pariwisata Nusa Tenggara Barat tersebut. Berdasarkan pantauan terkini pada Kamis, 8 Januari 2026, personel kepolisian tetap bersiaga mengawal setiap jengkal garis pantai guna meminimalisir potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut.

Edukasi Keselamatan dan Kebersihan Lingkungan di Pesisir Pantai

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari pukul 08.00 WITA ini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan fisik, tetapi juga menyasar pada ketertiban sosial dan kelestarian lingkungan. Anggota piket Sat Polairud Pos Senggigi secara aktif mendatangi para pengunjung serta pedagang kaki lima di sekitar pantai untuk memberikan himbauan mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Petugas menekankan agar seluruh lapisan masyarakat memiliki kesadaran tinggi untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Hal ini menjadi krusial mengingat kebersihan pantai merupakan daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Lombok Barat. Selain itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.

Kasat Polairud Polres Lombok Barat, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi setiap individu. Beliau mengingatkan agar orang tua tidak lengah saat mendampingi buah hati mereka beraktivitas di perairan.

“Kami secara rutin melalui Anggota Piket Sat Polairud Pos Senggigi melaksanakan himbauan kepada pengunjung maupun pedagang untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan oleh petugas. Selain itu, kami juga meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak saat mandi maupun bermain di pinggir pantai dan tetap waspada terhadap kondisi arus laut,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangan resminya.

Patroli Dialogis dan Antisipasi Tindak Kriminalitas 3C

Selain memberikan edukasi, petugas juga melakukan patroli jalan kaki dan pemantauan di seputaran dermaga serta area vital di sekitar Pos Senggigi. Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini guna mengantisipasi tindak pidana 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor) serta potensi kejahatan lainnya yang kerap menyasar area publik yang ramai.

Patroli dialogis ini memungkinkan adanya interaksi langsung antara polisi dan warga, sehingga informasi sekecil apa pun terkait potensi kerawanan dapat segera ditindaklanjuti. Hingga laporan ini diturunkan, situasi di kawasan Senggigi terpantau kondusif tanpa adanya laporan mengenai kejadian menonjol. Sat Polairud memastikan bahwa kegiatan ilegal seperti illegal fishingpeople smuggling, penambangan liar, hingga penggunaan bom ikan berada pada angka nihil.

“Anggota jaga pos Airud Senggigi terus melaksanakan patroli di seputaran pantai, dermaga, dan sekitaran pos. Fokus kami adalah mengantisipasi tindak kejahatan 3C agar masyarakat yang berwisata merasa tenang dan terlindungi,” tambah AKP L. Nursidi.

Pemeliharaan Aset dan Kesiapsiagaan Alutsista Laut

Keamanan di wilayah perairan tidak lepas dari kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Di sela-sela tugas pengamanan pantai, personel Sat Polairud juga melakukan pengecekan rutin terhadap aset negara berupa kapal patroli. Pengecekan ini meliputi kondisi fisik serta keamanan penambatan kapal di tengah kondisi cuaca yang sering kali tidak menentu.

Dua armada penting, yakni Kapal Patroli dengan nomor lambung XXI-1008 dan Kapal Patroli XXI-2003, dilaporkan dalam kondisi prima dan terikat dengan aman di titik mooring-nya. Kesiapan armada ini menjadi faktor penentu apabila sewaktu-waktu dibutuhkan tindakan cepat (quick response) di tengah laut, baik untuk urusan penegakan hukum maupun misi pencarian dan pertolongan (SAR).

Upaya komprehensif yang dilakukan oleh Polres Lombok Barat melalui Sat Polairud ini diharapkan dapat terus mempertahankan citra positif pariwisata Lombok. Dengan sinergi antara petugas keamanan, pedagang, dan wisatawan, stabilitas keamanan di Pantai Senggigi diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *