Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahKesehatanLombokLombok BaratNasionalNewsNTBPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRI

Tanpa Gejala, Malaria Diwaspadai Lewat Survei Massal Gelangsar

×

Tanpa Gejala, Malaria Diwaspadai Lewat Survei Massal Gelangsar

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat, NTB — Upaya pencegahan penyakit menular terus diperkuat hingga ke tingkat desa. Kali ini, kegiatan monitoring dan pendampingan Mass Blood Survey (MBS) malaria tahap I tahun 2026 digelar di Dusun Apit Aiq, Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Rabu siang (22/4/2026).

 

Kegiatan tersebut melibatkan sinergi antara Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lobar, tenaga kesehatan dari Puskesmas Penimbung, Puskesdes, unsur akademisi dari Poltekkes Mataram, serta aparat kewilayahan termasuk Bintara Pembina Desa (Babinsa) Gelangsar dan para kepala dusun setempat.

 

Survei ini menjadi langkah strategis untuk mendeteksi dini kasus malaria tanpa gejala (asymptomatic malaria) yang kerap luput dari perhatian. Dengan metode pemeriksaan darah langsung di lapangan, tim kesehatan berupaya menemukan potensi penyebaran tersembunyi yang dapat memicu lonjakan kasus di kemudian hari.

 

Babinsa Gelangsar turut aktif dalam mendampingi kegiatan, memastikan proses berjalan tertib sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pencegahan malaria.

 

“Kehadiran kami sebagai aparat teritorial ini juga menjadi jembatan komunikasi antara tenaga kesehatan dan warga, sehingga partisipasi masyarakat meningkat secara signifikan,” jelas Sertu Lalu Sapruddin Tarwijaya.

 

Koordinator kegiatan dari Dikes Lobar menyampaikan bahwa MBS merupakan bagian penting dari strategi eliminasi malaria yang berkelanjutan. “Kami tidak hanya mencari yang sakit, tetapi juga yang tampak sehat namun berpotensi menjadi sumber penularan,” ungkap Lalu Eka.

 

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat antusias mengikuti pemeriksaan, menunjukkan kesadaran yang semakin baik terhadap pentingnya kesehatan lingkungan dan deteksi penyakit sejak dini.

 

Diharapkan, langkah ini mampu mempercepat target eliminasi malaria di wilayah Lobar sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dari tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *